Perjalanan menari indang..

Ini bukan kali pertama aku tampil untuk menari sebuah tarian tradisional minangkabau tersebut. Ini adalah kali kedua aku tampil untuk menari indang. Namun,aku baru benar benar merasakan feel menari indang di kesempatan ini..

Aku lupa tanggal berapa itu,namun yang pasti di akhir bulan desember,selepas acara walimahan seorang adik kelas,aku pulangnya turun di jakarta (rombongan melanjutkan perjalanan ke bandung).

Aku “diberhentikan” dipinggir jalan karena pak supir bus kala itu bilang bahwa akan sangat menyusahkan kalo bus harus menepi dan keluar tol dlu (naik bus,karena rombongan aktivis salman pergi bersama). Akhirnya dengan terpaksa aku turun di pinggir jalan tol (ga mungkin di tengah soalnya).

Sedih juga,merasa dicampakkan begitu saja di daerah yang entah barantah. Pengen marah ya ga bisa juga. Akhirnya dengan segenap keyakinan,,aku lambaikan tangan ke arah jendela bus dan tersenyum.

Perjalananku di ibukota negara tercinta dimulai. Aku gatau daerah apa tempat aku berhenti tersebut. Ditambah lagi aku jarang ke jakarta sebenarnya. Namun,jiwa eksplorerku menyeruak keluar dan mengatakan “hey,di hutan aja bisa survive,,masa di kota ga bisa”.

Akhirnya aku memutuskan buat melakukan hal terbaik yang harus dilakukan manusia ketika tersesat: BERTANYA!!!

“bang,shelter busway kmana ya?” kurang lebih itu pertanyaanku. Knapa malah busway? Krn aku yakin dmanapun aku nyasar di ibukota,,busway selalu bisa mengantarkanku ke tempat yang benar,,tentu saja dengan power of speak yang baik..

“jalan aja kesana pak,ga ada sekilo deh” gitu jawab abang sekenanya kepadaku. Huff.. Jalanlah aku dan benar,ga sampe 10 menit,shelter busway itu terlihat di depanku. Serasa dunia menjadi sangat indah! Yesss!!! Tinggal lanjut ke rawamangun (rawamangun adalah markas besar sebuah organisasi keren tempat aku latian indang).

Setelah proses beli tiket seharga 3rb,,aku ditunjukkin sama abang2 pnjaga shelter buat naik busway tertentu dan turun ditempat tertentu (tentusaja saya sudah lupa,oleh karena itu keterangan tempat diganti dengan tertentu). Setelah melewati suatu shelter dan nerusin busway,secara ga sadar aku bertemu kk kelas di itb. Kang lucky namanya. Aku berharap ini pertanda baik krn nama dia berarti “beruntung” dan alhamdulillah dia punya peta busway yang dia kirim ke aku lewat teknologi canggih: blackberry. Ga salah aku mematikan bb selama di bis sehingga dia nyala di saat yang tepat.

Sampai di suatu daerah,,dia berhenti meninggalkanku dan aku melanjutkan perjalanan hidupku sendiri. Ya sendiri!!!

Singkat cerita sampailah seorang pemuda ini ke markas besar dengan selamat dan menakjubkan. Cerita tentang nari indang pun dimulai.

Malam itu tepatnya pukul 22.18 saya sampai di markas segera mandi. Setelah cakep dan siap latihan,kami memulai latihan rame rame (tari indang adalah tarian yang dilakukan bersama,minimal 5 orang).

Latihan berjalan sangat menakjubkan. Seru luar biasa tak terperikkan. Desahan,tangisan,peluh,canda,tawa,riang,bahagia berkumpul jadi satu (agak lebay nih). Kami berlatih sampai jam 2 dini hari dan dianjutkan dengan main warewolf sebentar dan tidur.

Esok hari,,seperti sudah terjadi secara bertahun tahun,kami dibangunkan untuk shalat subuh dengan pembina organisasi tersebut. Setelah shalat subuh terjadilah kegiatan yg dinamakan berbagi kearifan. Hangat pagi kala itu,ditemani dengan teh hangat dan beberapa potong roti.

Setelah bbrp menit berbagi kearifan,kami kembali berlatih. Mengingat hari itujuga kami tampil,maka latihan benar benar serius. Diiringi alunan musik minang yang indah membuat kami mengikuti alur musik tersebut. Sangat indah.

Setelah mandi,bertukar pakaian dan siap,,kami berangkat menuju universitas negeri jkarta untuk tampil. 2 mobil yang mengangkut kami kala itu.

Dengan kostum tari sudah siap dan sambil menghafal gerakan sedikit2,,kami tiba disana agak awal. Ketika penonton belum ada. “siiiiiiiiing” heniiiiiing.

Namun tak kecewa,kami memilih untuk menikmatinya dengan foto foto. Dan bersenda gurau. Ditambah segelas cendol membuat perasaan grogi itu hilang. Dan tibalah kesempatan kami menari menghidangkan pada para penonton tarian alabsumatera barat.

Entah knapa langkah awal tidak mulus. Musik berputar tersendat sendat. Huff. Kami langsung ga enak sama penonton dan adegan tersebut terjadi 2 kali sehingga mau tidak mau kami harus bayar rasa malu tersebut.

Ketika pertunjukkn sebenarnya dimulai aku pribadi merasa sangat menikmati tarianku. Aku rasa tidak ada yg salah dengan gerakanku. Riuh tepuk tangan penonton menggelegar setelah kami tampil. Aku bersemangat dan tersenyum puas.

Setelah beres,kami di traktir makan sate. Lalu pulang untuk shalat jumat stelah rangakaian acara bedah buku selesai (sebenarnya itu acara talkshow dan kami menari indang hanya sebagai hiburan saja,penulis buku adalah pembina organisasi kami).

Hari yang menyenangkan karena setelah itu kami di traktir karaoke dan bahkan travel menuju bandung pun dibayarin. Luar biasa. Aku yang berperawakan gemuk inipun masih ada kesempatan untuk menari.

Memang hari yang indah. Sekian

Liburan semester 7 (1)

bismillah..

Subhanallah seluruh kegiatan yang saya lakukan ketika liburan semester berlangsung. Sangat meninggalkan kesan yang luar biasa banget.

Dimulai dari liburan pertama setelah selesai ujian akhis semester berlangsung. Aku bner2 ingin menghabiskan seluruh waktu libur dengan benar benar libur.

Ujunggenteng adalah tempat pertama yang aku kunjungi ketika liburan. Mulai dari perjalanan 8 jam yang aku habiskan bersama sahabat2 terbaik dengan sebuah mobil avanza hijau. Disambut dengan 4 org sahabat. 2 orang dari bgor dan 2 orang tuan rumah ujunggenteng.
Sekitar 3 hari mnghabiskan waktu bersama membuat kami saling mngenal ditambah objek wisata yg luar biasa membuat kebersamaan tersebut makin indah..

Selang beberapa hari dari ujunggenteng,,saya terlibat di kepanitiaan sebuah pelatihan kampus,tepatnya di kegiatan keagamaan. Luar biasa,,pengalaman yg saya dapat pun sangat tidak biasa,,berkumpul dgn orang orang yang sangat sholeh/ah di kepanitiaan dan eksekusi pun berjalan baik,,secara kualitas keimanan pun sangat terasa kental!
Nagreg,,menjadi tempat eksekusi yang luar biasa..

Setelah acara tersebut selesai,,saya ikut acara walimahan seorang adik kelas di banten. Subhanallah pembelajaran dari sisi mental luar biasa saya rasakan dan perjalanan rombongan mampir di pantai carita pun sangat menakjubkan.

Di post selanjutnya akan saya lanjutkan..

Arti keluarga

Hari ini aku pulang lebih awal karena bunda nyuruh seperti itu. Padahal malemnya ada acara yang mengundang saya untuk menjadi moderator. Dengan hati yang pura pura ga terpaksa,dengan menyesal saya minta maaf pada panitia.

Cuaca sore itu menunjukkan kualitas cuaca maksimal. Panas nggak,hujan juga nggak. Kalo menurut primbon itu adalah cuaca terbaik (meskipun aku ga percaya primbon)..

Dengan jarak lebih dari 20km,,kupacu motor revo berkapasitas 110cc dgn kecepatan di atas 100 km/jam di atas jalanan pasupati..

Luar biasa dukungan alam kala itu. Jalanan yg semula biasanya padat,,aku lalui dengan sangat lancar,,meliuk liuk,,menekan gas dan rem bergantian secara cepat hanya untuk 1 alasan: sampai di rumah secepat mungkin.

Alhamdulillah,,jalanan yang biasanya kulalui selama 40menit,sore itu kutempuh dalam 25 menit ditambah aku mampir sebentar di sebuah toko membeli 5 buah eskrim untuk kami makan bersama..

Ya,,indah memang,,sesampainya di rumah aku disambut penuh kehangatan oleh senyum ayah dan pertanyaan yang selalu bunda ajukan tiap kali aku pulang: “riyan mau teh nak?”

Setelah makan malam,,kami menikmati eskrim bersama,,kali ini berbeda karena abangku yang kuliah di padang sedang berlibur di bandung ini..

Ya,perjalananku mengelilingi pulau jawa untuk sekadar bersilaturahim tidak akan pernah seindah aku bersama keluargaku..

Kalian takkan terganti..

Akademisi???

Akademisi???

Belum pernah terpikirkan olehku sejak aku masuk jurusan teknik pertambangan yang sebagian besar penggunaannya ada pada ilmu terapan,apalagi setelah setahun lalu lebih aku menerima beasiswa yang mewajibkan aku langsung bekerja pada sebuah perusahaan. Makin jauhlah minatku dari cita cita akademisi.

Tapi sekuat apapun alas an ataupun realitas yang ada, aku pernah bermimpi menjadi seorang ilmuwan. Aku dibesarkan di keluarga yang kuat dalam menuntut ilmu. Ayahku yang seorang tak mampu keluarganya namun dengan kerja kerasnya ia bisa lulus S2 dari ITB bahkan sampai detik ini di usianya menjelang pension, ayahku masih sering mengikuti training pendidikan di luar negeri, setahun minimal 2x.

Betapa kuatnya ayahku mendorong diriku untuk menjadi seorang yang bertitel tinggi dalam pendidikan. Selain itu, kawan2 alumni asrama salman tempatku pernah bernaung, aku memiliki teman teman yang hidup dengan beasiswa dan melanjutkan studi di luar negeri.

Puncaknya adalah ketika seorang sahabatku yang berkata bahwa eduksi adalah syarat dia sebelum menikah, dan dia bermimpi sangat jauh mengenai pendidikan apa yang akan dienyamnya. Sungguh membuat hatiku jadi kriuk kriuk kalo menyadari bahwa aku ditakdirkan menjadi karyawan biasa selepas menjadi sarjana.

Namun, aku berharap memasuki 2012 ini aku bnyak belajar. Berkontemplasi, bahwa aku memang ingin menjelajah dunia sebelum aku menikah. Aku ingin menjemput ilmu pendidikan setinggi tingginya. Aku ingin menjadi seseorang yang kecerdasannya bermanfaat.

Thanks buat sahabat misteriusku yang selalu member inspirasi lewat keteladanan. Semoga ALLAH merahmatimu.. =D

FIM,my good experience..

Sore itu keputusanku untuk mengikuti FIM atau tidak. FIM adalah forum Indonesia muda dimana seluruh mahasiswa dari seantero penjuru Indonesia mengikuti forum ini.

Ujian sabtu pagi membuatku galau apakah aku akan meneruskan forum ini atau tidak karena di acara FIM, tidak boleh terlambat sedikitpun dalam mengikuti forumnya.

Akhirnya dengan segenap usaha dan daya upaya maksimal, berhasil juga saya melobby dosen itu untuk mengikuti ujian susulan,dan Alhamdulillah bisa.

Pilihan sederhana itu membawa banyak perubahan di hidupku. Berfikir bahwa ITB adalah institusi terbaik di Indonesia, ternyata secara personal, kemampuan mereka dari universitas lain sangat baik. Saya merasa seolah menjadi beras dalam karung, rata rata banget.

Tapi ga memupuskan rasa bahagiaku.

Di FIM inilah,aku belajar banyak hal. Aku belajar bahwa menjadi seorang pahlawan itu tak perlu banyak bicara, tapi buktikan dengan tindakan. Bahwa menjadi orang idealis itu tak perlu ragu tak ada teman, karena di tempat lain pun cahaya cahaya idealism itu akan terus berpijar. Bahwa cahaya itu bagaikan kunang kunang, kecil,namun jika disatukan dalam jumlah banyak akan sangat terang benderang.

Aku belajar memasuki komunitas heterogen dengan segudang latar belakang pemikiran, etnis, budaya dan agama. Aku belajar memahami bahwa dunia ini tidak sempit. Belajar mengerti mimpi orang orang hebat didalam sana sehingga aku merasa sangat berbahagia bisa berada disini,di komunitas ini.

Lembaran cerita telah kutuliskan dengan tinta terbaik selama aku berada di FIM ini dan aku merasa nyaman sekali dengan apa yang aku terima dan aku berikan. Mulai dari seluruh usaha yang aku lakukan untuk bisa menari yang merupakan aktivitas yang baru di FIM ini aku melakukannya hingga sudah tampil 2 kali di depan umum.

Mulai dari semua keasyikan berkumpul dengan teman teman satu kota untuk mengurus FIM regional,disini juga aku belajar menjadi seorang yang lebih peduli dengan menjadi aktivis rumah belajar RIKSA. Alhamdulillah, di akhir masa kuliah ini (insyaALLAH) aku bisa merasakan manisnya warna kehidupan yang sangat indah.

Terimakasih ya ALLAH atas semua kesempatan ini.

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.