Akademisi???
Belum pernah terpikirkan olehku sejak aku masuk jurusan teknik pertambangan yang sebagian besar penggunaannya ada pada ilmu terapan,apalagi setelah setahun lalu lebih aku menerima beasiswa yang mewajibkan aku langsung bekerja pada sebuah perusahaan. Makin jauhlah minatku dari cita cita akademisi.
Tapi sekuat apapun alas an ataupun realitas yang ada, aku pernah bermimpi menjadi seorang ilmuwan. Aku dibesarkan di keluarga yang kuat dalam menuntut ilmu. Ayahku yang seorang tak mampu keluarganya namun dengan kerja kerasnya ia bisa lulus S2 dari ITB bahkan sampai detik ini di usianya menjelang pension, ayahku masih sering mengikuti training pendidikan di luar negeri, setahun minimal 2x.
Betapa kuatnya ayahku mendorong diriku untuk menjadi seorang yang bertitel tinggi dalam pendidikan. Selain itu, kawan2 alumni asrama salman tempatku pernah bernaung, aku memiliki teman teman yang hidup dengan beasiswa dan melanjutkan studi di luar negeri.
Puncaknya adalah ketika seorang sahabatku yang berkata bahwa eduksi adalah syarat dia sebelum menikah, dan dia bermimpi sangat jauh mengenai pendidikan apa yang akan dienyamnya. Sungguh membuat hatiku jadi kriuk kriuk kalo menyadari bahwa aku ditakdirkan menjadi karyawan biasa selepas menjadi sarjana.
Namun, aku berharap memasuki 2012 ini aku bnyak belajar. Berkontemplasi, bahwa aku memang ingin menjelajah dunia sebelum aku menikah. Aku ingin menjemput ilmu pendidikan setinggi tingginya. Aku ingin menjadi seseorang yang kecerdasannya bermanfaat.
Thanks buat sahabat misteriusku yang selalu member inspirasi lewat keteladanan. Semoga ALLAH merahmatimu.. =D